Mengungkap Misteri di Pulau Shutter

Seorang anggota federal U.S Marshall, Teddy Daniels, mendapat tugas baru untuk menyelidiki hilangnya pasien bernama Rachel Solondo dari Rumah Sakit Ashecliffe di kawasan Boston Harbor, tepatnya di Pulau Shutter. Dalam tugasnya kali ini, ia tidak pergi sendiri. Pemerintah, mengutus Chuck Aule sebagai rekan baru Teddy.

Rumah Sakit Ashecliffe merupakan rumah sakit yang diperuntukan untuk pengidap kelainan jiwa paling berbahaya di Amerika. Jadi, wajar saja jika rumah sakit tersebut nampak seperti sebuah benteng pertahanan yang dijaga ketat. Sesampainya disana, mereka bertemu dengan Dr. Calwey, seorang psikiater sekaligus penanggung jawab rumah sakit. Dalam pertemuan tersebut, Dr. Calwey menerangkan bagaimana kronologi Rachel Solondo bisa menjadi salah satu pasien disitu hingga akhirnya melarikan diri.

Selama menyelidiki kasus tersebut, Teddy dan Chuck selalu mendapat hambatan dari pihak rumah sakit yang terkesan menutup-nutupi bukti terkait hilangnya Rachel Solondo. Para staff pasien yang diwawancara, seperti memberi keterangan palsu yang makin menyulitkan mereka. Akses mereka menuju arsip seputar pasien, staff dan rumah sakit pun terhalangi oleh peraturan yang tidak masuk akal.

(istimewa)

Hal ini diperparah karena Teddy tiba-tiba sering mendapat mimpi aneh yang sesekali membuat kesadarannya hilang. Pikiran Teddy juga sering kembali ke masa lalu, memberinya ingatan kelam saat dia menjadi tentara perang dunia kedua.

Meski begitu, Teddy berhasil mendapat sedikit petunjuk dari sebuah kertas bertuliskan “ THE LAW OF 4, WHO IS 67?” yang ditemukan di dalam kamar Rachel. Penemuan ini membuat Teddy ingin mencari petunjuk-petunjuk lain, namun lagi-lagi ia terhalang oleh sebuah peraturan.

Dengan berbagai kejanggalan yang dialami oleh Teddy, ia sempat berniat untuk mengakhiri penyelidikan kasus ini. Namun, badai yang menerjang pulau tersebut membuat mereka terjebak dan terpaksa untuk melanjutkan penyelidikan. Karena tak kunjung mendapat persetujuan untuk menelusuri berbagai arsip terkait, akhirnya Teddy dan Chuck melakukan wawancara dengan para pasien.

(istimewa)

Teddy yang mengusulkan untuk melakukan wawancara dengan para pasien ternyata memiliki maksud lain dibaliknya. Ia mengajukan pertanyaan mengenai seseorang yang bernama Andrew Laeddis. Namun, setiap pasien yang ditanya, selalu ketakutan dan tidak mau menjawab ketika mendengar nama Andrew Laeddis.

Chuck, yang tidak mengetahui soal Andrew Laeddis pun bertanya pada Teddy siapa seseorang yang dimaksud tersebut. Pengakuan mengejutkan pun diutarakan oleh Teddy, ia sebenarnya ingin mencari dan balas dendam kepada seseorang bernama Andrew Laeddis yang diduga menjadi dalang dibalik kematian sang istri.

Oleh sebab itulah, Teddy mau menjalankan tugas ini karena menurut kabar yang beredar, Andrew Laeddis merupakan salah satu pasien dari rumah sakit tersebut.

Itulah ulasan singkat dari film “Shutter Island” karya Martin Scorsese. Film yang diadaptasi dari novel berjudul sama karangan Dennis Lehane ini dibintangi oleh beberapa aktor papan atas seperti, Leonardo Di Caprio, Mark Ruffalo, Ben Kingsley, dan Emily Mortimer. Alur cerita yang sulit ditebak menjadi daya tarik tersendiri bagi film bergenre Mystery/Thriller ini. Sang sutradara benar-benar “mempermainkan” logika penonton dengan berbagai konflik yang ada. Mulai dari penyelidikan yang misterius, maksud dan tujuan Teddy dalam kasus ini, hingga penyesalan masa lalu yang selalu menghantui Teddy.

Pada akhir cerita, terdapat sebuah plot mengejutkan yang akan membuat penonton takjub dan berkata dalam hati “Wah gila banget nih film”.

Lalu, berhasilkah mereka mengungkap kasus menghilangnya Rachel Solondo? Dan, apa lagi masalah yang akan dihadapi mereka? Langsung saja tonton “Shutter Island”.

Randy

Leave A Reply

Your email address will not be published.