Kemunculan “UFO” di Papua New Guinea

168

Sebuah benda misterius berbentuk lingkaran milintasi langit pada malam hari di Boianai, Papua New Guinea. Benda tersebut tak sengaja terlihat oleh Pendeta Anglingkan, William Melchoir Gill, yang sedang berada di halaman rumahnya memandangi langit usai menyantap makan malam. Tak lama, muncul empat mahluk seperti manusia dari benda misterius itu dan melakukan sesuatu.

Kejadian ini ternyata juga disaksikan oleh penduduk sekitar. Puluhan orang ini menontoni aktifitas mahluk asing tersebut kurang lebih selama tiga jam hingga larut malam. Semua yang terlihat lalu dicatat oleh Gill. Ia meminta 25 orang dewasa untuk menandatangani catatan yang dibuat pada 26 Juni 1959.

Keesokan harinya, benda berbentuk lingkaran ini kembali menjelang matahari terbenam. Tepatnya pukul 18.02 waktu setempat, seorang gadis yang melihat kemudian memberitahu Gill. Bersama dengan beberapa orang, Gill kemudian menuju lokasi keberadaan benda tersebut. Kali ini Gill dapat sedikit melihatnya dengan jelas karena sinar matahari belum hilang sepenuhnya.

istimewa

Gill menyebutkan ada tiga benda berbentuk lingkaran yang melayang dan empat mahluk asing. Keempat mahluk ini mengitari satu dari tiga benda tersebut. Benda ini dinamakan “Induk Kapal” karena ukurannya lebih besar di antara yang lainnya. Dua benda yang berukuran lebih kecil itu letaknya berjauhan, dimana satunya berada agak jauh di dekat bukit.

“Dua sosok (mahluk asing) itu tampak sedang mengerjakan sesuatu. Kadang-kadang mereka membungkuk dan mengangkat tangannya seperti sedang memasang atau mengerjakan sesuatu,” demikian isi catatan Gill yang dikutip dari buku Terbesar Di Dunia Misteri UFO, karya Nigel Blundell & Roger Boar, halaman 16.

Satu dari keempat mahluk itu melihat seketika melihat ke arah bawah. Ia mendapat Gill dan beberapa orang sedang mengamati atifitasnya. Menyadari mahluk tersebut melihatnya, Gill langsung melambaikan tangannya. Tak menyangka, mahluk asing ini membalas lambaian Gill. Lalu seseorang lainnnya melambaikan kedua tangannya di atas kepala. Dua mahluk lainnya yang melihat lalu membalas lambaian seseorang sama persis.

gambaran penampakan benda dan mahluk asing di Boianai, Papua New Guinea, 26 Juni 1959. (istimewa)

“Kemudian keempat-empatnya berada di atas pesawat (benda berbentuk lingkaran) sambil melambai-lambaikan tangan dengan bersemangat,” tulis buku Terbesar Di Dunia Misteri UFO, halaman 17.

Saat hari sudah semakin gelap, seseorang kemudian menyoroti lampu senter ke arah pesawat mahluk asing tersebut. Sorotan cahaya ini dimakasudkan untuk menyampaikan pesan dengan isyarat morse. Penduduk sekitar ingin mereka mendaratkan kapalnya. Namun mahluk tersebut hanya melambaikan tangan dari kiri ke kanan dan sebaliknya.

“Setelah 2 atau 3 menit nampaknya mereka tak tertarik lagi pada kami dan masuk ke pesawat,” kata Gill.

Keberadaan mahluk asing dengan pewasat bundarnya ini kurang lebih terlihat selama satu jam. Ketika malam sudah makin larut dan berawan, pandangan mulai terhalang. Tepat pukul 22.40 waktu sekitar, terdengar ledakan yang sangat hebat dari langit. Ledakan ini sampai mengejutkan kawasan Boianai. Penduduk pun berhamburan ke luar rumah. Tapi anehnya tidak ada kejadian apa-apa yang nampak terlihat.

Penampakan kapal dan mahluk asing ini dilaporkan oleh Gill ke Atase Udara Australia. Pihak Australia kemudian menghubungi Angkatan Udara Amerika. Dijelakan, kalau Angakatan Udara tidak memiliki kapal terbang yang dapat mengambang di udara sedemikian dekat sampai dilihat oleh manusia. Kapal yang dimiliki juga tidak mungkin mengambang di udara tanpa bersuara.

William Melchoir Gill dan ilustrasi kisah kemunculan UFO. (istimewa)

Angkatan Udara ini justru menyebutkan apa yang dilihat itu hanyalah “bintang dan planit”. Sedangkan Gill menyakinkan kalau yang dilihatnya itu adalah Unidentified Flying Object (UFO). Gill sendiri menceritakan kejadian ini kepada temannya secara tertulis.

“Kemarin malam kami di Boianai mempunyai pengalaman kira-kira empat jam tentang kegiatan UFO. Tak dapat disangkal bahwa mereka dikendalikan oleh sesuatu mahluk. Waktu itu benar-benar menebarkan,” tulis Gill kepada temannya.

Pada Juni itu disebutkan banyak UFO yang melintasi langit Papua New Guinea. Jumlahnya kurang lebih sekitar 60 UFO dengan bentuk berbeda-beda. Pandangan Ernie Evernett telah memberikan keterangannya secara paling baik. Ia melihat benda berwarna kehijau-hijauan yang meninggalkan bekas api putih.

“Benda itu (yang dilihatnya) mengambang di udara 200 meter di atas saya. Sinar itu ke luar dari empat atau lima lobang di bawah sebuah ban atau cincin yang mengelilingi pesawat bersinar terang. Benda itu berbentuk bola rugby, bulat lonjong,” tuturnya saat melapor.

Keyakinan adanya UFO

Keberadaan UFO memang menjadi perdebatan di dunia. Beberapa orang, beranggapan jika di luar angkasa sana ada sebuah kehidupan lain. Namun, sebagian lainnya percaya jika hanya Bumi lah satu-satunya planet berpenghuni di alam semesta ini.

20 Juli 1969 menjadi hari bersejarah bagi Amerika Serikat, mereka berhasil menjalankan misi Apollo 11. Neil Armstrong, menjadi manusia pertama yang memijakan kaki di bulan. Dalam misi tersebut, dia didampingi dua rekan astronot lain yakni Michael Collins and Edwin “Buzz” Aldrin. Namun, ada fakta mengejutkan dibalik keberhasilan tersebut.

Mantan punggawa National Aeronautics and Space Administration (NASA), Maurice Chatelain, mengungkapkan bahwa ada dua buah UFO menyaksikan pendaratan Apolo 11 kala itu. Armstrong melihat mereka di pinggir sebuah kawah yang berdekatan ketika dia melangkah keluar dari pesawat. Chatelaine juga mengatakan, co-pilot Edwin Aldrin merekam kejadian tersebut dari dalam Apollo.

Validitas dari pernyataan ini semakin diperkuat setelah NASA memerinthakan agar para pengawas pada misi itu menghapus laporan radio Armstrong dengan alasan keamanan. Berbagai pengakuan mengenai UFO tentu masih menjadi teka-teki tentang keberadaan makhluk lain di dunia. Hal ini bahkan sempat membuat perwira Angkatan Udara AS, kapten Edward J. Ruppelt membuat sebuah proyek bernama Project Blue Book.

Proyek ini bertujuan untuk mengumpulkan data dan meneliti lebih dalam terkait fenomena UFO. Berlangsung dari 1952-1969, proyek ini menyimpulkan bahwa keberadaan UFO bukan ancaman bagi keamanan negara.

Tak sampai disitu, fenomena ini juga sempat menjadi perhatian PBB. Kala itu, tepatnya tahun 1975, perdana menteri Granada, Sir Eric Gairy meminta PBB untuk meninjau lebih jauh terkait fenomena UFO. Hal ini mendapat dukungan, setelah majelis umum PBB meloloskan lembaga penelitian UFO dalam rapat pleno ke-87.

Sayangnya, usulan tersebut mendapat batu sandungan setelah beberapa negara ragu untuk ikut. Bahkan, Amerika Serikat menentang keras usulan tersebut dan NASA pun tak tertarik untuk meneliti UFO. Isu UFO di PBB pun menghilang sejalan dengan kudeta Marxist di Granada yang membuat Gairy diasingkan pada 13 Maret 1979.

Penulis: Randy

1 Comment
  1. gabriela says

    Hi guys, it’s Gabriela here!
    I work as a professional an essay writer and have created this content with the intent of changing your life for the better. I started honing my writing skills in my school years. I learned that my fellow students needed writing help—and they were willing to pay for it. The money was enough to help pay my tuition for my remaining semesters of college.
    Ever since college, I have continued to work as a professional writer. I was hired by a writing company based in the United Kingdom. Since then, the dissertations that I have written have been sold around Europe and the United States.
    In my line of work, I have become familiar with hearing, “Gabriela Ball, can you help me meet my writing assignment deadline?” I know that I can provide this service.

    Professional Writer – Gabriela – Treasurewriter Band

Leave A Reply

Your email address will not be published.