Gaya Hidup Suku Bajo, “Manusia Perahu” Penakluk Lautan

190

Pada umumnya, manusia memilih dataran untuk tempat tinggal. Tapi tak demikian untuk Suku Bajo, di Kepulauan Bangkurung, Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah. Suku yang satu ini justru membangun pemukiman terapung di atas karang pesisir untuk mereka tinggali.

Dari berbagai sumber, Suku Bajo memilih tinggal di atas perairan demi menjaga budaya leluruh untuk hidup berdampingan dengan laut. Hal ini membuat orang Suku Bajo dijuluki “manusia perahu”.

Rumah orang Suku Bajo (istimewa)

Selain menjadi tempat tinggal, Suku Bajo juga memanfaatkan laut untuk memenuhi kebutuhan hidup. Keseharian Suku Bajo di atas laut yakni memacing ikan dengan cara tradisional. Kegiatan ini dilakukan para bapak, dan nanti para istri lah yang mengolahnya. Hasil olahan itu, ada yang dikonsumsi, ada juga yang dijual.

Di sisi lain, orang Suku Bajo ini gemar berlayar mengarungi lautan dengan perahu sampan. Biasanya, laki-laki akan membawa keluarganya berlayar untuk transmigrasi ke wiliyah lain guna mencari persinggahan baru. Tapi tetap sasaran tempat tinggal mereka yakni pesisir lautab di daerah lain, meskipun ada juga yang berimigrasi ke daratan.

Kegiatan berlayar ini membuat orang Suku Bajo tersebar di banyak daerah seperti di wilayah Kalimantan Timur, Nusa Tenggara, Maluku, Madura, hingga Papua. Bahkan daya jelajah mereka bukan hanya lautan dalam negeri, melainkan hingga lautan asia tenggara. Karena itu, orang Suku Bajo juga tersebar di berbagai negara seperti di Filipina dan Thailand.

Penulis : Rizki

Comments are closed.