Dialog Dini Hari Rilis Album “Parahidup”

273

Setelah lima tahun lamanya, akhirnya Dialog Dini Hari berhasil menyelesaikan album ke duanya. Album trio folk asal bali tersebut diberinama “Parahidup” dan berisi 11 lagu, dimana dua di antaranya itu yakni Pralaya dan Sendiakala

Vokalis dan gitaris Dialog Dini Hari, Pohon Tua, menjelaskan kesibukan masing-masing personil dan banyaknya jadwal manggung menjadi kendala utama lamanya penggarapan album ini.

“Sebagai band, kami cukup sibuk. Umur album Tentang Rumahku cukup panjang. Itu membuat kami agak terlena, santai banget menjalaninya. Plus, masing-masing personil punya kesibukan sendiri, itu nggak bisa dipungkiri mempengaruhi waktu bertemu. Klasik ya,” katanya.

Diceritakan Pohon Tua, album “Parahidup” akhirnya rampung dikerjakan setelah dia dan dua personil Dialog Dini Hari, Zio dan Putu Deny, menyepakati kalau band ini harus terus berevolusi.

“Itu berakhir suatu hari ketika kami duduk bareng. Lalu sepakat bahwa band ini harus terus berevolusi, salah satunya ya memberi kontribusi terhadap karya kita, mengaplikasikan apa yang kita alami dan pelajari. Apapun topik bahasannya. Banyak hal baru pastinya,” ucapnya.

Album “Parahidup” mengandung pendekatan musikal yang baru untuk Dialog Dini Hari. Ada sebuah kebaruan yang coba ditawarkan oleh trio folk ini.

“Kami memadukan apa yang terjadi hari ini, yang kita pegang sebagai influence dan beberapa alat instrumen yang kita punya dan harus kita gunakan secara maksimal,” terang Pohon Tua.

Menurutnya, album ini dibuat dengan sungguh-sungguh dengan memperhitungkan umurnya. Ia ingin “Parahidup” dapat menjadi memori yang abadi dan relevan hingga kapanpun.

“Kami tidak pernah main-main atau sekedar ‘punya rilisan saja’ untuk melahirkan karya. Jadi, ketika memutuskan untuk bikin album lagi, harus melebihi apa yang kita bayangkan. Karyanya bisa menjadi sesuatu yang unik, yang terbaik, yang tidak memalukan ketika didengarkan 10-15 tahun mendatang,” paparnya.

Adit

Leave A Reply

Your email address will not be published.