Buat Karya Sesuka Hati

Semua karya dihargai, baik yang sudah selesai ataupun belum, dalam acara “Bukar”. Karya tersebut akan diabadikan dalam ruangan khusus yang dapat diakses publik di markas Leitstar HQ.

Berbagai komunitas berkumpul dalam acara .SHFT 2019 bertemakan “Bukar” (Buat Karya). Acara ini berlangsung di Kedai Suguh Kopi, Taman Kebun Jeruk Intercon Blok J5 No.14, Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Kamis, 20 Juni 2019.

Para member dari masing-masing komunitas yang hadir nampak membaur satu sama lain. Sesuai tema, dalam acara ini mereka diminta untuk membuat satu karya secara spontan di lokasi acara.

Leitstar HQ, sebuah wadah komunitas seni, yang menjadi penggagas acara memberi kebebasan kepada peserta acara dalam membuat karya. Mereka juga tak harus sejalan dengan komunitas dalam membuat karya di acara ini.

Suasana kegiatan “Bukar” di Kedai Suguh Kopi, Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat. (Dok. Arteri News)

“Hasilnya, ada yang membuat gambar, puisi, foto, alat musik, dan yang lainnya,” kata Koordinator Leitstar HQ, Dhani Siahaan di Kedai Suguh Kopi.

Sementara, dia menyebutkan acara ini dibuat dengan tujuan mengekspresikan seni tanpa harus terpaku dengan kaidah yang ada. Acara ini juga dimaksudkan sebagai forum untuk bertukar ide dalam menciptakan karya-karya di luar batas.

Dhani sendiri ingin mengadakannya secara rutin. Untuk permulaan ia dan teman-temannya akan membuat kegiatan “Bukar” ini sebulan sekali. “Tapi tidak menutup kemungkinan menjadi seminggu sekali,” ucap pria berambut panjang ini.

(Dok. Arteri News)

Untuk diketahui, ada banyak komunitas yang tergabung di Leitstar HQ. Ada komunitas gambar, yakni Setara. Lalu komunitas foto, Shutterhead, komunitas sastra, Pena Kota, komunitas musik, UKM Musik, serta event organaizer, yakni Serah Karya.

Terkait acara, Dhani akan membukanya untuk umum. Jadi komunitas di luar Leitstar HQ juga dapat bergabung dalam acara “Bukar”. “Kita terbuka ko untuk komunitas apapun,” kata Dhani.

Nantinya semua hasil karya seni yang dibuat dalam acara “Bukar” akan dipajang dalam sebuah ruangan di markas Leitstar HQ. Karya yang dikumpulkan tak harus bagus, bahkan yang belum selesai juga akan dikumpulkan. “Karena disini semua karya dihargai,” tutur Dhani.

(Naufal)

Leave A Reply

Your email address will not be published.