Belajar Sunda Dari Kampung Budaya Sindang Barang

Dok Istimewa
172

Kampung Budaya Sindang Barang merupakan destinasi wisata yang terletak di Jalan Endang Sumawijaya, RT. 02/RW. 08, Sindang Barang, Dukuh Menteng, Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari, Bogor, Jawa Barat. Tempat ini menjadi kampung tertua di kota hujan. Keberadanya sendiri sudah ada sejak abad ke-12.

Usut punya usut Sindang Barang ini dulunya sebagai tempat bermulanya Kerajaan Sunda Bogor, dimana terdapat kerajaan yang dibawahi oleh Prabu Siliwangi. Konon katanya, Kampung budaya ini jadi tempat berlatih para kesatria kerajaan. Ada pula situs purbakala peninggalan Kerajaan Sunda yang terdapat di tempat tersebut.

Warga kampung Budaya Sindang Barang masih teguh memegang adat dan tradisi. Bahkan, kampung ini menjadi salah satu tempat yang terus melestarikan berbagai adat dan kesenian Sunda. Di antaranya, upacara adat Seren Taun, yaitu upacara untuk mengungkapkan rasa syukur atas panen dan hasil bumi setempat. Bentuk bangunan yang ada disana persis seperti apa yang tertulis dalam pantun Bogor tentang Kampung Sindang Barang, masih sangat kental dengan nuansa Sunda.

Dok. Istimewa

Saat masuk ke kampung tersebut, wisatawan langsung dapat menyaksikan Imah Gede, sebuah bangunan adat yang difungsikan sebagai tempat berkumpul, bermusyawarah para tetua adat atau kokolot. Kampung Budaya ini memang menjadi tempat tinggal para kokolot dan seniman Sunda yang akan mengantarkan wisatawan mengenal lebih jauh budaya Sunda di sini.

Selain Imah Gede, ada banyak rumah tradisional Sunda yang difungsikan sebagai lumbung padi, dengan ukuran rumah yang lebih kecil. Bangunan ini terbilang unik karena tak ada pintunya, melainkan hanya terdapat sebuah jendela di bagian atasnya. Selain rumah kecil, ada juga Bale Pesanggrahan. Bangunan ini menjadi tempat yang digunakan untuk tamu kehormatan menginap.

Dok. Istimewa

Suasana sehari-hari di Kampung Budaya Sindang Barang tak terlepas dari adat dan kebiasaan masyarakat Sunda zaman dahulu. Wisatawan yang berkunjung dapat belajar menumbuk padi di Saung Lisung, memasak dengan menggunakan kayu bakar dan hawu alias kompor tradisional Sunda, belajar kesenian langsung dari para seniman, dan bahkan bercocok tanam. Ketika waktu istirahat, wisatawan akan disuguhi dengan pisang rebus maupun bandrek hangat, yang menambah kekhasan Sunda di tempat ini.

Tak hanya belajar, wisatawan juga akan disajikan dengan pertunjukan tari jaipong, musik calung dan angklung, maupun gamelan. Semua pertunjukan ini dapat disaksikan di pusat budaya seni yang ada di kampung budaya Sindang Barang.

Penulis: Nana

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.